|
|

ANALISA

HUKUM

AGRARIA

SEJARAH

Terkini
|
Tampilkan postingan dengan label #DINAMIKA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #DINAMIKA. Tampilkan semua postingan

Muktamar Muhammadiyah bagikan Perkampungan untuk Penggembira

Posted on Senin, 23 Maret 2015 Tidak ada komentar
Makassar.iPublika-- Pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah ke 47, tak kurang dari 6 bulan lagi. Panitia lokal terus berbenah, selain pembangunan infrastruktur muktamar yang terus digenjot, persiapan lain yang tak kalah massif adalah persiapan untuk penginapan peserta.

"Hasil pembagian kerja panitia, khususnya untuk penginapan kepesertaan. Peserta penuh akan dipusatkan di kampus Unismuh, sedangkan untuk peserta penggembira diserahkan ke panitia otorita Makassar dan Gowa," kata Alfan Amin, panitia lokal bidang informasi, di Makassar, belum lama ini.

Sebagai langkah taktis dan terorganisir, panitia otorita Makassar, urai Alfan sejauh ini telah membagi perkampungan sebagai tempat penginapan untuk peserta penggembira.

"Kita telah membagi wilayah berdasarkan asal pulaunya dan ditempatkan di tiap PCM se kota Makassar dan Gowa," tambahnya.

Adapun pembagian perkampungan tersebut, antara lain untuk kampung Jawa dan Madura, ditempatkan di PCM Makassar, Bontoala, Ujung Tanah, Parang Layang, Tallo, dan Maccini. Kampung Kalimantan, di PCM Pisang, Lariang Bangi, Bara-Barayya, Mimbar. Kampung Sumatra di PCM Sambung Jawa, Mamajang, Mariso, dan Jongayya. Kampung Sulawesi di PCM Panakukang, Tello Baru, Manggala dan Biringkanayya. Untuk kampung NTT. NTB dan Bali ditempatkan di PCM Karunrung dan Minasa Upa.

Sementara itu untuk kampung Maluku dan Papua ditempatkan di Cabang Sungguminasa kabupaten Gowa.

Untuk lebih memudahkan peserta penggembira, panitia juga telah membuka pendaftaran secara online, yang dapat akses melalui www.panitiapenggembiramuktamar47.com.


Sebagaimana Muktamar-muktamar sebelumnya, diperkirakan bahwa perhelatan akbar lima tahunan organisasi Islam terbesar ini akan dihadiri jutaan warga Muhammadiyah dari seantero Nusantara. (KR)

Antisipasi Bencana, MDMC Muhammadiyah Latihan Kesiapsiagaan

Posted on Senin, 16 Maret 2015 Tidak ada komentar
Makassar-iPublika. Bencana adalah suatu peristiwa  yang mengakibatkan dampak besar bagi kehidupan. Bencana terjadi secara alami dan tidak secara alami. Oleh karena itu, kesiapsiagaan menjadi suatu keharusan sebagai langkah antisipasi.

Hal tersebut disampaikan Dr. Mustari Bosra, wakil ketua PWM Sulawesi Selatan dalam pembukaan pelatihan dasar kesiapsiagaan dan kesiapan masyarakat untuk kedaruratan dan bencana (HPCRED), di Hotel Anugrah, Jalan Pengayoman, Makassar, Senin (16/03).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang bekerjasama dengan Australian Goverment, Departement of Foregn Affairs and Trade, Badan Nasional penaggulangan bencana (BNBD), Badan penaggulangan bencana daerah (BPBD) Sulsel, dan RSIA Siti Khadijah I Makassar.

Ketua panitia, dr. Kadri Rusman menyampaikan bahwa kegiatan diikuti oleh beberapa direktur dan kepala unit gawat darurat (UGD) dari rumah sakit (RS) Siti Khadijah I dan III Makassar, direktur RS Siti Khadijah Pinrang, BPBD kota Makassar, PMI Makassar, tim bantuan medis dari Unismuh, UMI dan Unhas, dinas sosial dan dinas kesehatan kota Makassar serta pimpinan Muhammadiyah dan Ortom Muhammadiyah kota Makassar. "Semua undangan tersebut diundang secara khusus, ini untuk efektivitas dan tercapainya substansi kegiatan," terangnya.

Adapun kegiatan ini lanjut Kadri, bertujuan untuk membantu terciptanya rumah sakit dan tenaga yang siap siaga dalam hal penanggulangan bencana. "Kasiapsiagaannya itu meliputi fasilitas dan penatalaksanaan pelayanan kesehatan dalam menangani kedaruratan sehari-hari maupun yang bersifat massal."

Kadri berharap melalui training ini, dapat menjadi langkah awal akan terciptanya partisipan yang akan berkontribusi dalam mendorong dan mengawal rumah sakit untuk tanggap bencana, sehingga dapat menalangi kedaruratan yang sewaktu-waktu terjadi.

Sesuai agenda, kegiatan ini akan terlaksana selama 4 hari, dari tanggal 16 hingga 19 Maret 2015 mendatang. (KR)

BWI Kota Medan: Amankan Tanah Wakaf Yang Belum Terdata

Posted on Selasa, 10 Maret 2015 Tidak ada komentar

Medan, iPublika--Badan Wakaf Indonesia (BWI) kota Medan yang sudah dilantik pada tanggal 26 Februari 2015 lalu diminta mampu mengamankan tanah wakaf.

Hal itu disampaikan oleh Prof. Dr. H. M. Yasir Nasution, MA, BWI Sumatera Utaa dalam sambutannya di Aula Kementrian Agama kota Medan, beberapa waktu lalu.

"Mengganti status tanah wakaf di atur sesuai dengan undang-undang, status wakaf tetap wakaf, tidak bisa berganti," ujarnya.

Menurut anggota Divisi Kelembagaan BWI Kota Medan, Syamsul Amri Siregar. STh.I, sebagai sarana ibadah dan sosial wakaf juga diperlukan untuk  mengangkat perekonomian masyarakat. 

"Tugas yang diamanahkan oleh pengurus BWI Kota Medan bukanlah hal yang mudah, berhubung persoalan tanah wakaf di kota medan sangat banyak yang belum didata, ditata dan dikelola," kata Syamsul.

"Jadi, tentunya sangat diperlukan peranan pemerintah, kepolisian, dan masyarakat untuk membantu mendata, menata dan mengelola tanah wakaf," tambah dia.

Gambar sisip 2

Mantan pengurus Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah ini melanjutkan bahwa wakaf juga harus mampu digerakkan untuk sektor produktif. Agar produktifitas wakaf itu hasilnya bisa dimanfaatkan oleh ummat Islam khususnya kota medan.

Dalam pelantikan tersebut turut serta dihadiri Walikota Medan Drs. H. T. Dzulmi Eldin, MSi, Ketua Kemenag Kota Medan, BWI Sumut dan KUA Se kota Medan.

Fauzi: Apakah Salah Anak Polisi Berbisnis?

Posted on Kamis, 22 Januari 2015 Tidak ada komentar
Penetapan tersangka terhadap Komjen. Pol. Budi Gunawan (BG) yang dilakukan oleh KPK menuai banyak pandangan subjektif.

Sekjend Pemuda Pertahanan Nasional (DPP PAPERNAS) Ahmad Fauzi Syahputara mengatakan setiap negarawan yang ada di Republik ini harus melihat peristiwa penetapan Komjend Pol. Budi Gunawan dengan objektif, bukan karena kepentingan sesaat.

"Saya menghimbau kepada setiap stakeholder, khususnya KPK dalam penetapan BG sebagai tersangka melihat dengan objektif bukan karena kepentingan", paparnya.

Selain itu, ia juga melihat penetapan BG ini disebabkan oleh kriminalisasi sebuah kelompok dengan memakai tangan sakti KPK. 

"Ini bentuk kriminalisasi terhadap BG, kan ini bisnis seseorang. Kenapa malah dianggap sebagai koruptor? Apakah salah seorang polisi berbisnis, apalagi ini bisnis anaknya, sekali lagi kita harus objektif," lanjut bekas aktivis DPP IMM.

Ahok: Tidak Ada Manusia Yang Bisa Menyamai Kemuliaan Nabi Muhammad SAW !

Posted on Minggu, 18 Januari 2015 Tidak ada komentar
Meskipun beragama Kristiani, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tanpa ragu mengaku kagum kepada kepribadian Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, kemuliaan Nabi Muhammad tidak bisa disejajarkan dengan Nabi atau pemuka agama manapun.

Hal itu disampaikan Ahok ketika menjadi narasumber pada acara peringatan Maulid Yang diselenggarakan oleh rumah kajian Al-Barru, asuhan Muhammad Rusli Mali di gedung SMESCO, Ahad (18/1) lalu. Pria kelahiran Bangka Belitung itu berduet dengan Prof. Nasaruddin Umar selama kurang lebih 60 menit.

"Nah saya mencoba membandingkan. Saya pengikut Nabi Isa, agak susah saya membandingkan dengan Nabi Isa. Kenapa? Karena Nabi Isa nggak pernah memimpin sebuah pemerintahan. Ini mungkin sedikit perbedaan," ujar Ahok.

Dalam forum tersebut Ahok juga memaparkan alasan kenapa Ia berani mencalonkan diri sebagai bupati dan gubernur di daerah mayoritas muslim. Selain memang pernah diminta oleh Gusdur, presiden RI yang ketiga, dia juga didukung oleh banyak ustadz. Dasarnya, lanjut Ahok, menurut para pendukungnya yang mayoritas muslim itu, dia masuk dalam kriteria yang disyaratkan oleh Nabi Muhammad sebagai Pemimpin. Yaitu Siddiq, Tabligh, amanah dan fathanah.

"Bukan Fathanah atau cerdas saja. Buat apa cerdas, kalau cuma cerdas nipu orang. Tapi juga perlu siddiq atau jujur, amanah dan berani menyampaikan atau ngomong apa ada adanya. Saya menafsirkan tabligh seperti itu," katanya.

"Walaupun ada juga yang bilang, jangan pilih Ahok. Itu melanggar surat Al-Maidah ayat 51," lanjut Ahok disambut tawa dan tepuk tangan para hadirin.

Kekagumannya kepada Nabi Muhammad tidak berhenti sampai disitu. Ahok menuturkan, walaupun Nabi Muhammad adalah seorang pemimpin besar dan kepala pemerintahan, beliau tidak pernah menganggap bawahannya sebagai asisten atau staf tetapi Ia menyebutnya sahabat. Kemudian Nabi Muhammad menurutnya juga sangat terbuka. Dia memerintahkan umatnya untuk menuntut ilmu hingga ke negeri Cina. Meskipun Cina bukan negara Islam. Kesabaran Nabi Muhammad menurut Ahok juga luar biasa. Meskipun setiap hari dilempari taik oleh musuhnya, Ia tidak marah. Bahkan ketika yang melemparinya sakit, justru Ia membesuk dan mendoakan kesembuhannya.

"Sebenarnya seperti itulah islam Indonesia, terakhir aja ada (gerakan radikal) itu," Jelas Ahok.

Kenapa demikian? Menurut Nasaruddin Umar, karena Islam adalah agama yang rahmatan lil 'alamin. Sehingga Ia mengkritik ISIS yang menggunakan stempel Nabi Muhammad sebagai logo gerakan organisasi tersebut.

"Lambang ISIS itu mengganti lambang suci nabi menjadi lambang kekerasan," lanjut salah satu kolumnis di Rakyat Merdeka ini.

Di dalam diskusi tersebut, bekas wakil menteri ini juga mengurai hubungan Islam dengan Cina. Ia juga menceritakan kemampuan Nabi di dalam berdiplomasi dengan non muslim. Kemudian di pertengahan kuliahnya, Ia mengatakan peringatan Maulid penting dipertahankan.

"Karena Maulid ini sebenarnya bukan hanya memperingati hari kelahiran Nabi, tapi juga hijrah dan wafat Nabi yang jatuh pada hari yang sama. Yaitu Senin, 12 Rabiul Awal," katanya.

Acara ini turut dihadiri oleh Khofifah Indar Parawansa, Menteri Sosial RI. Selain mendeklarasikan Gerakan Cinta Rasul (Gencar), Ketua Muslimat NU yang mendapatkan kesempatan berbicara lebih awal dari kedua panelis tadi juga menjelaskan hikmah positif dari keragaman beragama.

"Keragaman yang ada didalam kehidupan dunia ditujukan untuk kita berfasthabiqul khairat," ujarnya. 



Tragedi Charlie Hebdo Rugikan Dakwah Islam di Barat

Posted on Tidak ada komentar
Makassar-iPublika. Tragedi Charlie Hebdo bisa menjadi pemicu kebencian terhadap islam sekaligus memperbesar gelombang penentangan kepada dakwah Islam itu sendiri. Menanggapi pemuatan kartun Nabi Muhammad dengan ekspresi kemarahan, apalagi dengan tindakan pembunuhan terhadap pelakunya, kita telah merasa tampil sebagai pejuang dalam menggapai kemenangan Islam. Padahal, jangan-jangan sikap kita menjadi palu penghancur peluang-peluang dakwah yang selama ini dibangun di dunia Barat.

Hal itu diungkapkan Shamsi Ali, Imam Besar Masjid New York, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Bincang Siang bersama Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Sulawesi Selatan, di Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Sabtu (17/01/2015).

Kegiatan mengangkat tema, “Tragedi Charlie Hebdo dan Posisi Islam di Benua Eropa”. Sebelum mengulas pandangan Shamsi terkait dengan Tragedi di Perancis, ia terlebih dahulu mengisahkan pengalamannya dalam mendakwahkan Islam di salah satu pusat peradaban barat. Menurutnya, masyarakat barat memiliki karakteristik yang terbuka, penuh persahabatan dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. “Dengan karakteristik seperti itu, masyarakat Barat justru lebih mudah menerima dakwah yang disampaikan secara bersahabat,” ulas putera asal Bulukumba ini.

Shamsi melanjutkan, karakteristik masyarakat Barat lainnya adalah mereka menganut Sekularisme. Tapi sekularisme yang berkembang di Eropa Barat, berbeda dengan sekularisme di Amerika Serikat. “Di eropa, mereka menganut sekularisme total. Itulah yang membuat Perancis melarang penggunaan jilbab di ruang publik. Sedangkan di Amerika, sekularisme di Amerika dimaknai negara tidak mencampuri urusan agama. Setiap warga negara berhak untuk memilih agama apa yang mereka anut. Bahkan kita dengan mudah menjumpai seorang Polwan (Polisi Wanita) yang mengenakan jilbab saat bertugas di Kota New York,” urai alumni Pondok Pesantren Darul Arqam Gombara Muhammadiyah Sulsel.

Menurut Shamsi, dakwah rahmatan lil’alamin jauh lebih efektif, dibanding dakwah dengan kekerasan. Tragedi Charlie Hebdo, justru merugikan dunia Islam. “Isu ini justru akan merugikan saudara kita di Palestina. Perancis adalah negara barat yang mendukung kemerdekaan Palestina. Tragedi ini justru bisa merubah sikap mereka,” pungkasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah Pimpinan Unismuh Makassar, serta ratusan kader dari AMM Sulawesi Selatan. (HD/KR)

Sejumlah Tokoh Mulai Menguat Dalam Muktamar Muhammadiyah

Posted on Sabtu, 17 Januari 2015 Tidak ada komentar
Makassar--Sejumlah tokoh mulai menguat sebagai kandidat ketua umum untuk menggantikan Prof Dr M Din Syamsuddin dalam Muktamar Ke-47 Muhammadiyah yang akan digelar di Makassar pada 3-7 Agustus 2015.

Hal ini mengemuka pada kegiatan Workshop Registrasi Online Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-47 yang diikuti perwakilan Pimpinan wilayah Muhammadiyah (PWM) se Indonesia di Unisversitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, kemarin, Ahad (11/01/2015).

Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Najib Hamid MSi, disela-sela workshop mengungkapkan bahwa ada tiga tokoh yang menguat sebagai kandidat ketua umum dalam Muktamar Ke-47 Muhammadiyah mendatang.

Tiga tokoh yang disebutkan adalah Prof Dr Syafiq A Mughni (Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, alumni University of California dan Pesantren Persis), Dr Haedar Nashir (Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, alumni Fisipol UGM) dan Dr Abdul Mu'thi (Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, alumni Flinders University Australia).

"Pak Syafiq mempunyai jaringan ke luar dan ke dalam. Mas Mu'thi, masih muda dan lincah, sedangkan Pak Haedar Nashir menjaga kekuatan ke dalam," kata mantan komisioner KPU Provinsi Jawa Timur tersebut.

Sementara itu, Ketua MPM PWM Sulawesi Selatan Husni Yunus menyebut nama mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqaddas.

Dosen Unismuh Makassar ini mengatakan mengemukanya nama Busyro cukup beralasan. Selain kapasitasnya sebagai kader sangat baik, dia juga disebut model kader yang meniti jenjang dari bawah. Bahkan pendidikannya di institusi Muhammadiyah. “Selain itu darah ulama juga mengalir padanya sehingga memang pantas jika namanya disebut-sebut,” ujar Husni.

“Selain populer sebagai pimpinan KPK, Busyro juga pernah menjabat sebagai Ketua Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) selama dua tahun. Ayah tiga  anak itu juga pernah duduk sebagai  anggota pimpinan pusat Muhammadiyah sejak 1985 sampai  1990,” Tambahnya.

Selain itu, nama lain yang  juga disebut Husni adalah Hajrianto Tohari dan Ketua PWM Sulsel, Dr. Muh Alwi Uddin.

Najib Hamid menjelaskan bahwa pemilihan ketua umum Muhammadiyah menggunakan sistem pemilihan formatur 13 berdasarkan penyaringan dari 39 nama yang berasal dari sidang tanwir. Penetapan ketua umum adalah hak progretik formatur 13 yang terpilih nantinya.

Terkait persiapan muktamar yang menyisakan waktu beberapa bulan lagi, Najib berharap agar panitia benar-benar menyiapkan lokasi yang menjadi tempat muktamar, penginapan, dan tempat mandi.

"Sejauh ini selama di Makassar saya melihat masih banyak yang perlu dibenahi, semarak belum terlalu terlihat termasuk gedung Muktamar yang akan digunakan juga belum selesai, harapan kami PWM dari provinsi lain semoga waktu tujuh bulan yang tersisa ini mampu dimanfaatkan untuk membenahi semuanya," jelasnya. (Antara/Fajar/Kr)

Foto : Kasri R./iPublika.com

share

Menarik