|
|

ANALISA

HUKUM

AGRARIA

SEJARAH

Terkini
|
Tampilkan postingan dengan label featured. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label featured. Tampilkan semua postingan

Muktamar Muhammadiyah bagikan Perkampungan untuk Penggembira

Posted on Senin, 23 Maret 2015 Tidak ada komentar
Makassar.iPublika-- Pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah ke 47, tak kurang dari 6 bulan lagi. Panitia lokal terus berbenah, selain pembangunan infrastruktur muktamar yang terus digenjot, persiapan lain yang tak kalah massif adalah persiapan untuk penginapan peserta.

"Hasil pembagian kerja panitia, khususnya untuk penginapan kepesertaan. Peserta penuh akan dipusatkan di kampus Unismuh, sedangkan untuk peserta penggembira diserahkan ke panitia otorita Makassar dan Gowa," kata Alfan Amin, panitia lokal bidang informasi, di Makassar, belum lama ini.

Sebagai langkah taktis dan terorganisir, panitia otorita Makassar, urai Alfan sejauh ini telah membagi perkampungan sebagai tempat penginapan untuk peserta penggembira.

"Kita telah membagi wilayah berdasarkan asal pulaunya dan ditempatkan di tiap PCM se kota Makassar dan Gowa," tambahnya.

Adapun pembagian perkampungan tersebut, antara lain untuk kampung Jawa dan Madura, ditempatkan di PCM Makassar, Bontoala, Ujung Tanah, Parang Layang, Tallo, dan Maccini. Kampung Kalimantan, di PCM Pisang, Lariang Bangi, Bara-Barayya, Mimbar. Kampung Sumatra di PCM Sambung Jawa, Mamajang, Mariso, dan Jongayya. Kampung Sulawesi di PCM Panakukang, Tello Baru, Manggala dan Biringkanayya. Untuk kampung NTT. NTB dan Bali ditempatkan di PCM Karunrung dan Minasa Upa.

Sementara itu untuk kampung Maluku dan Papua ditempatkan di Cabang Sungguminasa kabupaten Gowa.

Untuk lebih memudahkan peserta penggembira, panitia juga telah membuka pendaftaran secara online, yang dapat akses melalui www.panitiapenggembiramuktamar47.com.


Sebagaimana Muktamar-muktamar sebelumnya, diperkirakan bahwa perhelatan akbar lima tahunan organisasi Islam terbesar ini akan dihadiri jutaan warga Muhammadiyah dari seantero Nusantara. (KR)

Antisipasi Bencana, MDMC Muhammadiyah Latihan Kesiapsiagaan

Posted on Senin, 16 Maret 2015 Tidak ada komentar
Makassar-iPublika. Bencana adalah suatu peristiwa  yang mengakibatkan dampak besar bagi kehidupan. Bencana terjadi secara alami dan tidak secara alami. Oleh karena itu, kesiapsiagaan menjadi suatu keharusan sebagai langkah antisipasi.

Hal tersebut disampaikan Dr. Mustari Bosra, wakil ketua PWM Sulawesi Selatan dalam pembukaan pelatihan dasar kesiapsiagaan dan kesiapan masyarakat untuk kedaruratan dan bencana (HPCRED), di Hotel Anugrah, Jalan Pengayoman, Makassar, Senin (16/03).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang bekerjasama dengan Australian Goverment, Departement of Foregn Affairs and Trade, Badan Nasional penaggulangan bencana (BNBD), Badan penaggulangan bencana daerah (BPBD) Sulsel, dan RSIA Siti Khadijah I Makassar.

Ketua panitia, dr. Kadri Rusman menyampaikan bahwa kegiatan diikuti oleh beberapa direktur dan kepala unit gawat darurat (UGD) dari rumah sakit (RS) Siti Khadijah I dan III Makassar, direktur RS Siti Khadijah Pinrang, BPBD kota Makassar, PMI Makassar, tim bantuan medis dari Unismuh, UMI dan Unhas, dinas sosial dan dinas kesehatan kota Makassar serta pimpinan Muhammadiyah dan Ortom Muhammadiyah kota Makassar. "Semua undangan tersebut diundang secara khusus, ini untuk efektivitas dan tercapainya substansi kegiatan," terangnya.

Adapun kegiatan ini lanjut Kadri, bertujuan untuk membantu terciptanya rumah sakit dan tenaga yang siap siaga dalam hal penanggulangan bencana. "Kasiapsiagaannya itu meliputi fasilitas dan penatalaksanaan pelayanan kesehatan dalam menangani kedaruratan sehari-hari maupun yang bersifat massal."

Kadri berharap melalui training ini, dapat menjadi langkah awal akan terciptanya partisipan yang akan berkontribusi dalam mendorong dan mengawal rumah sakit untuk tanggap bencana, sehingga dapat menalangi kedaruratan yang sewaktu-waktu terjadi.

Sesuai agenda, kegiatan ini akan terlaksana selama 4 hari, dari tanggal 16 hingga 19 Maret 2015 mendatang. (KR)

Sambut Milad, IMM Usung Misi Dakwah Kebangsaan, Luruskan ‘Kiblat Bangsa’

Posted on Sabtu, 14 Maret 2015 Tidak ada komentar

Jakarta - Kelahiran Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bukanlah suatu peristiwa kebetulan dalam sejarah (an historical accident). Melainkan keharusan sejarah (historical inevitability). Kelahiran IMM untuk mewujudkan cita-cita Muhammadiyah. sebagai organisasi dakwah. IMM lahir untuk merespon persoalan-persoalan keummatan dan kebangsaan. Maka dari itu, IMM sebagai organisasi otonom Muhammadiyah,  harus kembali pada identitasnya, sebagai organisasi dakwah. Untuk mencerahkan umat baik secara pemahaman maupun tindakan. Di Usia yang ke-51 tahun, IMM mengusung visi Dakwah Kebangsaan, Meluruskan Kiblat Bangsa, yang saat ini tidak lagi berpijak pada nilai-nilai Ilahiah yang transformasinya pada Nilai-nilai kemanusiaan Universal, melainkan menghamba pada penjajah gaya baru ( neo-imperialis).

Hal tersebut disampaikan oleh Taufan Putra Revolusi, Ketua Bidang Hikmah dan Advokasi Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) dalam press release yang dikirim kepada redaksi Ipublika (14/3).

Dalam konteks kekinian, IMM harus mampu menjawab problematika kebangsaan. Karena untuk itulah IMM lahir. Kondisi bangsa disaat IMM lahir, tidak jauh berbeda dengan kondisi bangsa hari ini. Akbiat salah urus Negara.  Contoh dari salah urus Negara diantaranya :

  1. Runtuhnya kedaulatan ekonomi akibat Kebijakan Ekonomi Liberal, yang tidak pro-rakyat,
  2. Konflik politik di tingkatan elit demi kekuasaan.
  3. Kemiskinan, Kebodohan, Penganguran, dan mahalnya harga kesehatan
  4. Konflik horizontal
  5. Terorisme dan Ancaman Disintegrasi Bangsa
  6. Disparitas pembangunan di kawasan Indonesia Timur,
  7. Hukum masih tebang pilih
  8. Globalisasi tanpa filterisasi, yang meruntuhkan budaya bangsa yang humanis, ‘sosialis, menjadi individualis, materialis.

Untuk Internal Umat Islam, diantaranya, kondisi  umat Islam yang lemah secara ekonomi – politik dan nilai-nilai agama seakan ‘dimuseumkan’.

Untuk itu, Kader IMM harus terus melestarikan dan mengaktualisasikan ideologi Muhammadiyah, meningkatkan kapasitas dan kualitas, baik mental dan intelektual, sebagai ‘iron stock’ pelopor, penerus, dan penyempurna perjuangan Muhammadiyah. Kader IMM harus bersiap menjadi kader persyarikatan, Kader IMM harus bersiap menjadi kader umat, mencerahkan dan menjadi teladan bagi umat yang saat ini krisis keteladanan. Dan terakhir, Kader IMM harus matang sebagai kader bangsa. Sebagai decision maker, yang pada waktunya nanti mampu meluruskan ‘Kiblat Bangsa’.

Di akhir press release, DPP IMM menyatakan sikap menangapi kondisi kebangsaan hari ini. Berikut pernyataan sikap DPP IMM 
  • Mendesak Pemerintah untuk mewujudkan agenda TRISAKTI, Ekonomi Berdikari. Luruskan Kiblat ekonomi bangsa dari ekonomi neolib, yang cenderung merugikan rakyat Indonesia. Menguntungkan para penjajah gaya baru (neo-imperialis), pada sistem ekonomi yang berpihak pada rakyat kecil.
  • Batalkan Keputusan Pemerintah Mencabut Subsidi BBM. Agenda ekonomi liberal yang pertama terwujud dari pemerintahan hari ini.
  • Batalkan MOU amandemen kontrak karya PT Freeport yang melanggar UU Minerba No.4/2009, yang sangat merugikan rakyat Indonesia. Menteri ESDM harus bertanggung jawab.
  • Hentikan Politik adudomba Penguasa yang membunuh demokrasi, dengan menciptakan konflik dalam tubuh partai Politik, untuk kepentingan kekuasaan.
  • Tolak wacana penambahan anggaran 1 Trilyun rupiah kepada partai politik. Wacana dari kemendagri ini Belum tepat pada kondisi bangsa saat ini. Masih banyak wong cilik yang patut diprioritaskan daripada elit politik yang saling bertikai untuk kekuasaan. Miris, subsidi untuk rakyat dipangkas, malah dialihkan untuk elit politik.
  • Mendesak pemerintah agar secepatnya mengambil langkah solutif melemahnya rupiah. Kemenkeu, BI, lambat dalam mengambil langkah. 
  •  Mendesak KPK, POLRI, Kejaksaan, Kehakiman, MK, agar menjalankan fungsinya sesuai UU, tidak tebang pilih dan bersandar pada hukum yang berlaku serta tidak terpengaruh oleh ‘interest politik’ manapun
  • Mendesak Pemerintah untuk memprioritaskan pembangunan di kawasan Indonesia Timur, sehingga tidak terjadi disparitas, salah satu pemicu ancaman disintegrasi bangsa.
Milad atau hari kelahiran ke-51 Tahun DPP IMM mengangkat tema  “Mencerahkan Umat, Menduniakan Gerakan, Mengabdi Untuk Bangsa Demi Indonesia Berkemajuan”. Ketua Umum DPP IMM, Beni Pramula mengatakan bahwa IMM hari ini harus terus menjalankan fungsinya sebagai social of confrol, moral force dan pemasok kesadaran bagi umat.

“Kami mengangkat tema tersebut karena bagi kami, di usia dewasa tepatnya ke 51 tahun, dengan harapan, IMM dapat terus menjalankan fungsinya sebagai moral force dan pemasok kesadaran bagi umat. Mampu mencerahkan umat, dan menjadi teladan bagi umat. Hari ini, IMM semakin giat mengabdi untuk bangsa bersentuhan langsung dengan masyarakat dan menjawab problematika yang terjadi disekitarnya. IMM lahir untuk mengabdi pada bangsa. Bukan mengabdi pada penguasa. Oleh karenanya, kritisisme IMM terus terjaga, independen, tanpa ditunggangi oleh kepentingan politik kelompok manapun, selain mengakomodasi kepentingan kaum Dhuafa dan Mustadha'afin, atau rakyat ‘kecil’ dan tertindas.”. Tegas Beni saat dihubungi ipublika di Jakarta (14/3).

“Menduniakan Ikatan, sudah lama dimulai oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, utamanya di periodesasi ini. Untuk ‘menduniakan ide, gagasan, dan nilai-nilai perjuangan ikatan’. Telah banyak agenda internasional, dimana IMM turut berpartisipasi didalamnya. Diantaranya Konferensi bertajuk “New Understanding of History in East Asia: From History of Conflict to the History of Shared Understanding” merupakan bentuk tanggungjawab dan dukungan IMM sebagai organisasi kepemudaan untuk ikut serta merancang dan menyelenggarakan perdamaian dunia di wilayah Asia Timur. pada 17 Agustus hingga 21 Agustus. Dan yang terkini, IMM juga turut menginisiasi Konferensi Asia-Afrika (KAA), yang akan dilaksanakan pada bulan April 2015 mendatang di Bandung. Salah satu gagasan yang didorong IMM pada kegiatan tersebut adalah mendorong terwujudnya Negara Palestina Merdeka”. Lanjutnya.

Milad IMM ke-51 yang jatuh pada tanggal 14 Maret. Diawali dengan berbagai Rangkaian kegiatan, diantaranya, Diskusi DPP IMM dengan tema “Idealisme Gerakan IMM ditengah serbuan Pragmatisme dan Politisasi Gerakan”, yang dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2015 di Gedung Dakwah Muhammadiyah, aksi damai memperingati Hari Perempuan Sedunia, mengecam kekerasan terhadap perempuan, di kawasan Bundaran Indonesia, Jakarta, Minggu pagi 8 Maret, Konfrensi Pers pada tanggal 14 Maret, Seminar Internasional pada tanggal 21 Maret, di UHAMKA Jakarta, Bakti Sosial Pemeriksaan kesehatan Gratis pada tanggal 22 Maret, Seminar Kebangsaan dengan Tema “Indonesia Harmoni”, pada tanggal 25 Maret, dan ditutup pada tanggal 28 Maret dengan Lomba Futsal, Silatnas Forum Komunikasi Alumni (Fokal), dan acara puncak ceremonial pada malam harinya.

Di akhir wawancara, Beni menyampaikan pesan kepada kader-kader IMM se-Indonesia. Sambil menyampaikan selamat milad IMM.

“Selamat Milad Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ke-51, kepada semua kader IMM se-Indonesia, Mari Menduniakan Ikatan dan Membumikan Gerakan, Mari Perjuangkan Dakwah Kebangsaan, Luruskan Kiblat Bangsa, serta jangan lupa Jadilah Kader Muhammadiyah Sejati”. Tutup Beni.


            

BWI Kota Medan: Amankan Tanah Wakaf Yang Belum Terdata

Posted on Selasa, 10 Maret 2015 Tidak ada komentar

Medan, iPublika--Badan Wakaf Indonesia (BWI) kota Medan yang sudah dilantik pada tanggal 26 Februari 2015 lalu diminta mampu mengamankan tanah wakaf.

Hal itu disampaikan oleh Prof. Dr. H. M. Yasir Nasution, MA, BWI Sumatera Utaa dalam sambutannya di Aula Kementrian Agama kota Medan, beberapa waktu lalu.

"Mengganti status tanah wakaf di atur sesuai dengan undang-undang, status wakaf tetap wakaf, tidak bisa berganti," ujarnya.

Menurut anggota Divisi Kelembagaan BWI Kota Medan, Syamsul Amri Siregar. STh.I, sebagai sarana ibadah dan sosial wakaf juga diperlukan untuk  mengangkat perekonomian masyarakat. 

"Tugas yang diamanahkan oleh pengurus BWI Kota Medan bukanlah hal yang mudah, berhubung persoalan tanah wakaf di kota medan sangat banyak yang belum didata, ditata dan dikelola," kata Syamsul.

"Jadi, tentunya sangat diperlukan peranan pemerintah, kepolisian, dan masyarakat untuk membantu mendata, menata dan mengelola tanah wakaf," tambah dia.

Gambar sisip 2

Mantan pengurus Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah ini melanjutkan bahwa wakaf juga harus mampu digerakkan untuk sektor produktif. Agar produktifitas wakaf itu hasilnya bisa dimanfaatkan oleh ummat Islam khususnya kota medan.

Dalam pelantikan tersebut turut serta dihadiri Walikota Medan Drs. H. T. Dzulmi Eldin, MSi, Ketua Kemenag Kota Medan, BWI Sumut dan KUA Se kota Medan.

DPP IMM minta PAN Prioritaskan Kader Muhammadiyah

Posted on Kamis, 26 Februari 2015 Tidak ada komentar
Logo Partai Amanat Nasional
------------------------

Kawal Target Produksi Tani, Abdya Gulirkan Program 'GEMES'

Posted on Rabu, 18 Februari 2015 Tidak ada komentar
Blangpidie. Dinas Pertanian dan Peternakan Aceh Barat Daya tahun 2015 ini mencoba melakukan Gerakan Meugoe Seurentak (GEMES) untuk dapat mengawal target produksi padi.

Ditargetkan 76.480,4 ton hasil panen dari luas tanam 15.022,44, IP 1,32, luas panen 13.254,70 dan provitas 5,80 ton/hektar (konstribusi 100%). Untuk memenuhi target ini menurut Maswadi, petani harus mengikuti petunjuk teknis yang telah diprogramkan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Aceh Barat Daya.

"Salah satunya mengikuti kelender tanam (KATAM) juga penanganan panen dan pasca panen yang baik disamping menjaga dan merawat tanaman padi dalam hal pemberian pupuk tepat waktu, tepat jenis dan tepat dosis, juga pemberantasan hama penyakit pada tanaman padi," ujar kadistannak disaat diwawancarai diruang kerjanya.

Maswadi SP,MPd yang merupakan putra kelahiran Meukek Aceh Selatan ini menambahkan tahun 2014 petani pada penanaman masa rendengan mengalami kekurangan pupuk. Hal itu pula yang menyebabkan turunnya produksi pada tanaman padi.

Untuk tahun ini pada MT1 (masa tanam satu) dan MT2 yang telah terjadwal pada kelender tanam mengupayakan pengawasan melekat (WasKat) bersama-sama dengan Koramil dan Babinsa tentang ketersediaan pupuk dan obat-obatan tanaman padi.
"Ada dikios-kios yang telah ditunjuk dalam jumlah dan jenis pupuk baik subsidi maupun non subsidi supaya tidak ada pupuk dan obat tersebut terjual keluar daerah lain yang mengakibatkan petani kekurangan pupuk pada musim tanam MT1 dan MT2," ujarnya.

Laporan: Muharryadi

Ada Kepentingan Raksasa Tambang Dibalik Kisruh KPK vs Polri?

Posted on Minggu, 25 Januari 2015 Tidak ada komentar
Ditengah memanasnya konflik KPK versus Polri, pemerintah akan mengeluarkan kebijakan strategis yang menguntungkan raksasa tambang hari ini. Minggu.

Kegaduhan mulai dari perang tagar (tanda pagar) #SaveKPK versus #SavePOLRI hingga adu opini di sejumlah media, benar-benar membuat publik larut dan lupa, kalau negeri kita terancam kecolongan lagi.

Dramatis. Banyak kalangan mengatakan demikian. Karena kegaduhan itu berawal dari kebijakan Presiden yang mengajukan calon tunggal Kapolri. Yang sehari kemudian, calon tersebut langsung ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Kemudian Polri balik menangkap pimpinan KPK. Berbalas pantun lah dua institusi negara ini. Banyak pihak awalnya sudah menduga ada yang janggal dari peristiwa itu.

Salah satu hal janggal yang mulai bermunculan adalah pemerintah mengambil kebijakan strategis, yaitu soal kedaulatan sumber daya alam yang menguntungkan perusahaan eksplorasi, ditengah kian alotnya perseteruan KPK vs Polri.

Untuk diketahui, di saat konflik ini dimulai, ada sejumlah perusahaan tambang yang mulai ketar-ketir menghadapi habisnya batas waktu ekspor hasil tambang mentah. Bulan Januari, tahun ini.

PT Freeport Indonesia saat itu dikabarkan kian gencar melakukan lobi-lobi, untuk melonggarkan kembali batas waktu yang diberikan pemerintah.

Perihal tersebut, sempat diberitakan oleh sejumlah media, namun tidak cukup signifikan mencuri perhatian publik. Karena publik sudah terlanjur dibikin larut dalam masalah KPK vs Polri. Apalagi kisahnya kian hari kian seru saja.

Menteri ESDM, Sudirman Said kemarin kepada sejumlah media mengatakan; Pemerintah punya hak untuk memperpanjang atau tidak memperpanjang izin tersebut. Sementara Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba), Kementerian ESDM, R Suhyar bilang perpanjangan izin tersebut untuk membangun Papua.

Padahal seperti diketahui, perpanjangan izin tersebut jelas-jelas menguntungkan Freeport, karena niat untuk kembali mengekspor hasil tambang mentah, tanpa perlu selesainya pembangunan smelter, kembali terwujud. 

Sementara rakyat Papua, harus lebih banyak lagi bersabar karena kekayaan alamnya terus dikeruk, sementara janji untuk membangun industri hilir di bumi Cenderawasih itu, kembali janji tinggal janji.

Di sisi lain, perpanjangan izin ekspor bagi Freeport memang sudah sangat mendesak. Sebab, izin yang dikantongi raksasa tambang itu akan berakhir hari ini. Jika tidak diperpanjang, maka perusahaan asal Amerika Serikat tersebut terancam tak bisa ekspor, sebab belum memiliki smelter, aturan wajib yang dipersyaratkan Pemerintah era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

SBY meneken UU No 4 Tahun  2009 tentang Minerba yang mewajibkan semua perusahaan tambang membangun smelter tanggal 12 Januari 2009 lalu. Tertanggal 12 Januari 2014, tepat lima tahun UU Minerba ini terus-terusan dikangkangi.

UU tersebut seakan kehilangan marwahnya. Tahun berganti tahun, pemerintah tetap saja memberi toleransi.

Masih segar di ingatan kita, tahun lalu, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan Kementerian ESDM telah bersepakat melaksanakan Undang-Undang tersebut secara konsisten dan utuh. Bahwa setiap perusahaan tambang wajib membangun fasilitas pengolahan.

Jika tidak, para petinggi negara Indonesia itu dengan tegas menyatakan bakal menghentikan kontrak karya. Tanpa toleransi!

Yang ngotot untuk tidak lagi bernegosiasi dengan perusahaan tambang terkait smelter waktu itu termasuk politisi PDI-P, partai berkuasa saat ini. Selain dari Partai Moncong Putih, Anggota DPR-RI lain yang tergabung dalam komisi VII saat diketuai Sutan Bhatoegana juga satu suara sepakat; bahwa UU tentang Minerba itu efektif berlaku tanggal 12 Januari. Tahun ini. 

Tapi apa dikata, lobi perusahaan yang beroperasi di tanah Papua itu cukup kuat. Entah apa yang disampaikan kepada pemerintah, sehingga Freeport kembali mendapat perpanjangan waktu sampai enam bulan ke depan.

Publik nyaris tak bergeming soal ini. Di Kompas.com misalkan, tidak ada satupun pembaca yang tertarik men-share berita tersebut dari empat sosial media yang tersedia di bawah artikel. Yang ada hanyalah tujuh komentar, yang berisikan penolakan, dan kekecewaan mendalam pembaca atas kebijakan pemerintah. 

Sama halnya di Detik.com. Begitupula di JPNN, berita di tiga media online besar itu tak mendapat sambutan antusias pembaca sama sekali. Tak se-seksi berita KPK vs Polri.

Biar tak ada prasangka buruk, Pemerintah harus menerangkan secara masuk akal alasannya menyetujui perpanjangan MoU ekspor tambang itu. Dan kenapa timing kebijakannya diambil tepat ketika kisruh Polri vs KPK masih berlangsung.

Pencalonan Kapolri juga dinilai banyak kalangan terlalu terburu-buru. Tanpa alasan yang jelas. Padahal Jenderal Sutarman masih punya waktu panjang untuk menjabat, sebelum masa pensiun tiba, sekitar sembilan bulan lagi. Walhasil, Sutarman akhirnya kini jadi Jendral aktif satu-satunya yang tanpa jabatan.

Sehingga mengundang pertanyaan kita, sebenarnya seberapa serius perseteruan lembaga anti korupsi dengan Polri?

Apakah konflik yang disuguhkan itu sungguhan atau drama? Ataukah rekayasa politik yang sengaja dibuat untuk menjebak sejumlah kalangan demi kepentingan pengalihan isu? Jika iya, apakah isu yang dimaksud lebih mahal dan lebih strategis dari tagar #savePolri atau #saveKPK? Atau ini semua hanyalah fenomena kebetulan, tanpa settingan?

Semoga ada pelajaran yang bisa kita petik dari serangkaian peristiwa ini.

Wallahu a'lam bishawab.

Salam Redaksi.

Asuransi Ini Siapkan Rp 10 M Untuk Korban Air Asia QZ8501

Posted on Kamis, 22 Januari 2015 Tidak ada komentar
Jakarta--PT Asuransi Jiwa Sequis Life (Sequislife) siap membayar klaim sebesar Rp. 10,450 Miliar (Rp. 10.450.000.000,-) kepada ahli waris dari musibah pesawat Air Asia Indonesia QZ8501. 

Tercatat ada 16 penumpang yang merupakan nasabah Sequislife atau sekitar 20 polis dari produk unit link, danhealth rider, di mana health rider memiliki manfaat accidental death.

“Jumlah tersebut berdasarkan pengumpulan data kami dari sistem yang kami miliki, pencarian berdasarkan  nama yang ada dari  manifest (data penumpang) Kementerian Perhubungan.

 Angka tersebut bisa saja berubah, kami akan terus mengumpulkan informasi kepada pihak-pihak terkait mengenai siapa saja korban yang merupakan nasabah kami, seperti Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, dan pemerintah Kota Surabaya untuk korban yang merupakan warga Surabaya, kami siap membayar klaim kepada ahli waris“ ujar Tatang Widjaja, President Director and CEO Sequislife.

Keterangan korporasi menyatakan dari 16 penumpang yang merupakan nasabah Sequislife tersebut, ada tertanggung yang merupakan ahli waris di polis yang berbeda yang juga menjadi korban.

Hingga saat ini Sequislife  belum menerima pengajuan  klaim, namun ahli waris dapat mengajukan klaim ke  National Service Center Sequislife di Gedung Sequis Center atau di 5 Regional Service Center (RSC) yang ada di lima kota yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Denpasar dan Medan atau di kantor pemasaran Sequislife terdekat. Nasabah juga dapat menghubungi layanan Sequis Care di (021) 2994 2929 selama hari kerja.

Menurut Yeoh Ah Thoo, Director & Chief Operating Officer Sequislife, pengurusan klaim dapat dilakukan sesuai prosedur yang tercantum dalam buku polis. “Kami akan membayar klaim sesuai manfaat yang telah ditentukan oleh tertanggung sejak awal polis dibuka” ujarnya.

Sesuai prosedur,  klaim bisa diproses jika ada  Death Certificate (akte kematian) dari pihak yang berwenang berdasarkan informasi untuk korban yang telah diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga. Jika nantinya pencarian dihentikan, dan dikeluarkan pernyataan resmi mengenai status penumpang yang belum ditemukan, Sequislife akan membayarkan klaim kepada ahli waris sesuai  arahan atau informasi atau pernyataan resmi.  

“Untuk korban yang belum ditemukan(identified), kami menunggu deklarasi dari pihak pemerintah perihal pencarian korban, dan status para penumpang yang belum ditemukan. Demikian juga jika ahli waris juga merupakan korban maka untuk penerima manfaat akan mengikuti hukum/ketentuan yang berlaku di Indonesia” ujar Yeoh  lagi.

 “Sejak mengetahui ada nasabah kami yang menjadi korban musibah pesawat Air Asia Indonesia QZ8501, kami tidak hanya menunggu ahli waris mengajukan klaim namun juga mengarahkan agar agen kami membantu keluarga untuk proses pengajuan klaim, mudah-mudahan keluarga yang ditinggal diberikan kekuatan, dan klaim yang diterima dapat bermanfaat” tutup Tatang dari keterangan pers nya.

Mall Di Atas Tanah Milik Yayasan Militer Ini Terancam Disegel

Posted on Tidak ada komentar
Mall Tebet Green Jakarta Selatan terancam disegel karena belum memiliki Sertifikat Layak Fungsi (SLF).

Menurut Kepala Bidang Pengawasan Dinas Penataan Kota DKI Jakarta,  Wiwit Djalu Adji, mall yang dikelola PT Wahana Cipta Sentosa Sejahtera itu baru memiliki IPB (Izin Penggunaan Bangunan) sementara. Izin yang hanya berlaku enam bulan itu diurus pada tahun 2011 lalu. Sehingga masa berlakunya sudah habis.

"Kemungkinan-kemungkinan itu (disegel) pasti ada," ujarnya.

"Seharusnya mereka melakukan perpanjangan. Pada saat ini kami tengah melakukan pengecekan. Kemudian Izin awalnya adalah gedung pertemuan dan fasilitas-fasilitas lain dengan 18 lantai, tapi nyatanya saat ini cuma lima lantai. Oleh karena itu mereka membuat izin  sementara," ujarnya.

Mall ini berdiri di atas tanah milik Yayasan Dharma Putra Kostrad. Ketua yayasan tersebut, Asrul Zainuddin mengaku juga disurati oleh Dinas Penataan Kota DKI Jakarta perihal Surat Layak Fungsi tersebut. Namun menurut dia, yang berkewajiban mengurusnya adalah pihak pengelola, dalam hal ini PT WCSS. Selain soal izin, Asrul juga menyebut bahwa gedung tersebut tertunggak pajak.

"Kalau tidak salah sudah empat tahun tidak bayar pajak. Mudah-mudahan bisa segera diselesaikan. Kalau soal pajak Itu urusan pengelola dengan Dinas Pajak. Kami tidak punya wewenang soal itu. Kami cuma sebagai pemilik tanah," katanya.

Asrul juga menambahkan, bahwa pihaknya tidak 'main beking-bekingan' meskipun tanah tersebut milik yayasan Kostrad. Ia meminta agar pihak pengelola mengikuti peraturan yang berlaku.

Sementara itu, Eko Priyono Manajer Operasional PT WJSS membenarkan hal tersebut. Izin SLF belum dimiliki pihaknya karena bangunan tersebut masih lima lantai, belum 18 lantai seperti yang diajukan sebelumnya. Namun, untuk melegalkan operasional tersebut, pihak pengelola telah mengantongi izin operasi dari Direktorat Sumber Daya Mineral dan Energi.

"Pembangunan baru lima lantai karena kami belum bisa menggandeng investor. Kami sedang upayakan rupiah demi rupiah," ujarnya.

"Kami memang disurati teguran awal, dulu pajak cuma Rp 250 juta pertahun, sementara sekarang sudah Rp 800 juta. Tentu itu berat buat kami sebagai pebisnis," tambahnya.

Kita Komit Nggak Akan Ada Perpecahan, Kongres PAN Kali Ini Calonnya Adek dan Abang

Posted on Tidak ada komentar
Kandidat Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengatakan bahwa kompetisi di kongres PAN sejatinya adalah persaingan keluarga. Ibaratnya antara adik dan abang.

Namun demikian, kedua calon yaitu dirinya dan Hatta Rajasa tetap bersungguh-sungguh meraih kursi nomor satu di partai berlambang matahari itu. 

Ketika dihubungi Rakyat Merdeka, Zulhas panggilan akrab Zulkifli Hasan mengaku tetap berupaya memenuhi undangan untuk turun ke daerah ditengah kepadatan jadwalnya sebagai ketua MPR-RI.

"Makanya saya harus atur-atur waktu ya kan. Nah kalau hari libur saya optimalkan," ujarnya.

Secara garis besar, persentasenya sudah hampir separuh atau 50 persen daerah sudah dikunjungi.

"Palu sudah, Makasar, Sumatera Utara, kemudian dari Surabaya, Jawa Barat dan seterusnya," rincinya.

Berikut penuturan lengkapnya;
Kalau tidak semua daerah bisa anda kunjungi, bagaimana menyisiasatinya agar dukungan dari daerah tetap bisa terkonsolidasi?
Ya, selain yang kita datangi, sebagian juga mereka yang datangi kita ke Jakarta. Biasanya kalau yang begitu terjadi di hari-hari kerja.

Bagaimana respon di daerah sejauh ini atas pencalonan anda sebagai ketua?
Respon di daerah cukup bagus. Disambut dengan kegembiraan, ya karena kongres ini kan acara lima tahunan ya disambut dengan gembira.

Maksud anda?
Persaingan di kongres adalah persaingan keluarga. Karena saya dengan pak Hatta itu kan sudah seperti abang adek kan. Ya damai-damai, aman-aman saja. Dijamin gembira, dan penuh dengan kekeluargaan.

Persiapan apa saja yang anda lakukan?
Saya tidak ada persiapan khusus, tapi undangan dari daerah mengalir terus. 

Apa alasan yang bisa anda tangkap dari para pendukung yang menjagokan anda?
Ya sebagian itu karena ada wacana yang menginginkan tradisi kepemimpinan ketua di PAN itu cuma satu kali. Kedua, karena ingin ada perubahan.

Cuma itu?
Ya selanjutnya karena mereka menginginkan saya bisa jadi sosok pemersatu. Agar bisa saling merangkul. Kemudian yang di daerah-daerah tidak ada yang pecah dan ditinggalkan.

Apa ada pembicaraan khusus dengan Hatta Rajasa, khususnya untuk menghindari perpecahan pascakongres, seperti yang telah terjadi di beberapa partai?
Kita sudah sepakat, insyaAllah tidak akan ada perpecahan. Karena kongres ini kan kompetisinya kompetisi keluarga. Intinya kita sepakat tidak akan ada perpecahan di PAN. Kita juga mengajak nanti semua peserta dari seluruh daerah untuk saling menjaga rasa kekeluargaan di Partai Amanat Nasional.

Apa program atau visi-misi yang anda tawarkan kepada daerah?
Yang pertama tentu adalah pemberdayaan DPW dan DPD. Kedua, harus ada kesetaraan antara kader-kader partai, ketiga kita akan memberikan keleluasaan kepada daerah atau yang kita sebut otonomi, untuk mengusung Bupati/ Walikota, kemudian DPD, DPR. Biarlah itu keputusan daerah. Artinya kita ingin memberikan kewenangan yang luas kepada daerah.

Kalau di tingkat pusat tradisi baru apa yang akan anda tawarkan?
Saya menawarkan Konvensi. Nanti Capres yang akan datang kita bikin tradisi baru di PAN bahwa Capres itu harus melalui konvensi. Nanti kita jaring dari berbagai kalangan, untuk menyerap aspirasi masyarakat siapa kira2 yang layak menjadi pemimpin yang akan datang. Jadi otomatis ketua tidak harus langsung jadi Capres atau Cawapres.

Sebagai incumbent, jaringan Hatta Rajasa di daerah tentu masih cukup kuat. Apa strategi anda?
Mengalir saja, calonnya kan cuma dua, jadi pilihannya juga dua. Lanjutkan atau perubahan. Kemudian terserah kepada peserta kongres, itu hak teman-teman DPW-DPD memutuskan. Mereka punya hak konstitusional suara untuk menentukan masa depan Partai Amanat Nasional.

Apa ada arahan khusus dari Pak Amien Rais untuk kedua calon?
Pak Amien memang berpendapat tradisi satu periode. Maka nanti kita mengajak untuk musyawarah mufakat, tapi bukan berarti tidak boleh berkompetisi. Pak Amien sebagai ketua MPP boleh menyampaikan saran, tetapi semua berpulang kepada teman-teman DPD/ DPW di daerah bagaimana keputusannya.

Dari sekian visi misi yang anda tawarkan, apa dua hal yang paling penting diantaranya?
Pemberdayaan dan kesetaraan yang terpenting. SAR

Ketua MK: Kita Tidak Punya Lembaga Paksa

Posted on Tidak ada komentar
kompasiana.com
Terpilih secara aklamasi, ketua Mahkamah Konstitusi baru, Arief Hidayat naik kelas. Dari jabatan wakil ketua, menjadi ketua menggantikan Hamdan Zoelva. Tidak ada Hakim MK lain yang mau bersaing merebut kursi tersebut.

Banyak PR yang dia dan delapan hakim lain akan hadapi. Termasuk bagaimana menyikapi sejumlah kebijakan strategis lembaga tinggi negara yang paradoks dengan putusan konstitusi.  Padahal, putusan mahkamah yang satu ini bersifat final dan mengikat.

Simak lebih lengkap pandangan Arif  Hidayat ketika ditemui kemarin di ruang kerjanya, lantai 15 Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat berikut ini;

Kenapa anda bersedia dipilih menjadi ketua MK, sementara delapan hakim yang lain menolak?
Jadi begini, beliau-beliau sepakat meminta saya untuk menjadi ketua. Ya mungkin didasarkan pada kepentingan institusi. Jadi bukan apa-apa.

Anehnya kenapa calon wakil ketua banyak, sementara calon ketua cuma anda?
Iya untuk menjadi wakil, kebetulan banyak yang mengusulkan. Tapi untuk menjadi ketua, beliau-beliau mungkin merasa karena saya sudah pernah menjadi wakil maka memberikan kesempatan kepada saya untuk menjadi ketua.

Cuma itu alasannya?
Ada pandangan dari teman-teman hakim supaya ada kesinambungan atas apa yang sudah kita lakukan pada masa kepemimpinannya pak Hamdan, dan wakilnya saya untuk bisa segera kembali rebound atas apa yang pernah terjadi di Mahkamah Konstitusi.

Apa yang akan anda lakukan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada institusi MK?
Saya kira apa yang sudah kita lakukan bersembilan selama ini sudah baik, sudah bagus. Hal itu ditunjukkan dengan bahwa kita itu memeriksa, mengadili dan memutuskan sengketa Pileg dan Pilpres kan nggak ada masalah kan. Artinya itu menunjukkan bahwa marwah kita, citra kita sudah bisa diterima oleh publik. Selain keputusan-keputusan yang lain.

Kalau boleh tahu, setelah Hamdan Zoelva menyelesaikan tugasnya sebagai ketua MK, apa ada pesan khusus dari beliau?
Kalau pesan-pesan secara khusus nggak ada. Karena kan kita nggak bekerja sendiri. Ketua itu kan bukan singgle fighter, tapi kita itu bekerja bersembilan, bekerja secara kolektif. Tidak ada keputusan yang diambil hanya oleh satu orang.

Hakim MK sempat mengajukan surat keberatan terkait komposisi Tim Pansel MK waktu itu, namun tidak dihiraukan oleh presiden. Bagaimana pendapat anda?
Kalau saya melihatnya begini, sebetulnya kita nggak keberatan kok, kita hanya meminta klarifikasi waktu itu. Dan klarifikasinya waktu itu kan hanya tertutup, loh proses seleksi kok ada panitia seleksinya yang sering berperkara disini. Itu aja sebenarnya. Nggak begitu mempermasalahkan betul.

Ada jawaban dari Jokowi waktu itu?
Ya akhirnya memang tidak terjawab. Tapi kan kita juga hanya meminta klarifikasi, tapi kalaupun nggak ada ternyata hasilnya berjalan dengan baik. Dan yang dihasilkan Pak Palguna, juga merupakan hakim yang luar biasa kan. Mantan hakim di angkatan pertama, juga hakim yang luar biasa juga. Dan ternyata pak Palguna tidak ada resistensi dari masyarakat, ya kan. Dan itu menunjukkan bahwa apa yang kita klarifikasi sudah terjawab dengan terpilihnya pak Palguna.

Pembicaraan apa saja yang sudah dilakukan dengan dua hakim baru ini?
Kita kan ada tradisi-tradisi yang tidak tertulis disini, ya kita komunikasikan ke beliau-beliau. Tapi itu bukan untuk mempengaruhi kemandirian hakim.

Contoh tradisi-tradisi yang tidak tertulis itu seperti apa?
Misalnya hakim yang menggantikan selalu duduk di kursi hakim yang digantikan. Ya tradisi-tradisi itu. Karena ada tempat duduk yang sudah seperti itu. Toh marwah tempat duduk saja kita jaga apalagi marwah mahkamah.

Selain soal tempat duduk, ada lagi yang disampaikan?
Ya anu, bagaimana kita berdiskusi, memutus perkara, saya kira itu hal yang biasa. Saya kira teman-teman juga sudah tahu persis. Bahwa kita tidak saling mempengaruhi, kita punya independensi, kita masing-masing punya kebebasan mengemukakan pendapat. Bukan berarti ketua bisa mendikte, nggak ada.

Dibawah kepemimpinan anda, bisa tidak memastikan MK bebas dari suap dan korupsi?
Kalau saya, bisa memastikan hanya diri saya sendiri. Saya tidak bisa memastikan yang lain. Tapi melihat keseharian hakim yang ada sekarang, saya punya pengharapan yang sama seperti yang anda tanyakan juga.

Oya, menyoal PK hukuman mati. MK sudah memutuskan bahwa PK boleh diajukan lebih dari satu kali. Tapi Surat Edaran MA (SEMA) kemudian membatasi PK hanya satu kali. Apakah kebijakan dua lembaga tinggi ini tidak paradoks?
Saya tidak boleh menjawab itu karena itu sudah putusan. Saya oleh kode etik melarang mengomentari keputusan yang sudah diambil oleh kita sendiri. Kalau saya menjawab itu, saya bisa dipanggil oleh dewan etik. Saya bisa diberi peringatan, mulai dari lisan, tertulis sampai kena sanksi.

Jadi SEMA tidak melanggar konstitusi?
Saya tidak boleh mengomentari itu...

Tapi membolehkan masyarakat mengajukan kembali gugatan itu?
Oh kalau itu, terserah...permohonan apapun silahkan. Dan kita akan menjawabnya lewat putusan.

Nah bagaimana memastikan kekuatan hukum yang dihasilkan MK. Ketika diputuskan tetapi tidak dilaksanakan bagaimana?
Itu putusan Mahkamah Konstitusi sangat bergantung pada kesadaran dari lembaga negara atau masyarakat yang terkena dari keputusan itu. Anda akan patuh atau tidak patuh kepada putusan MK.

Artinya boleh patuh dan tidak patuh?
Bukan begitu. Kalau tidak patuh toh silahkan mereka. Jadi kepatuhan pada keputusan Mahkamah Konstitusi bergantung pada kesadaran mereka. Kita tidak bisa memaksakan.

Maksud anda?
Artinya kita tidak punya lembaga paksa. Apa kita punya lembaga paksa? Kan nggak ada.

Ini bisa dikatakan menjatuhkan marwah konstitusi tidak?
Menurut saya, marwah Mahkamah Konstitusi itu terletak pada putusannya. Bukan pada orang itu taat atau tidak taat. Keputusan kita itu memenuhi rasa keadilan apa ndak. Keputusan kita itu memberi kepastian apa ndak. Keputusan kita itu bermanfaat untuk kepentingan nasional apa ndak. Atau putusan kita itu betul-betul menafsirkan konstitusi selurus-lurusnya, seadil-adilnya atau tidak. Itu namanya menjaga marwah kita. Itu masalah implementasi bukan wewenang kita lagi, itu kesadaran masyarakat, kesadaran lembaga-lembaga negara yang terkait dengan keputusan itu.

Soal kebijakan pemerintah menghapus subsidi BBM premium. Sejumlah pakar mengatakan kebijakan itu melanggar konstitusi, pendapat anda?
Nah itu mahkamah konstitusi sudah memutus mengenai itu. Saya juga tidak bisa berkomentar atas apa yang sudah kita putus.

Tidak bisa berkomentar?
Tidak bisa berkomentar. Kalau saya berkomentar nanti saya melanggar kode etik Mahkamah Konstitusi.

Fauzi: Apakah Salah Anak Polisi Berbisnis?

Posted on Tidak ada komentar
Penetapan tersangka terhadap Komjen. Pol. Budi Gunawan (BG) yang dilakukan oleh KPK menuai banyak pandangan subjektif.

Sekjend Pemuda Pertahanan Nasional (DPP PAPERNAS) Ahmad Fauzi Syahputara mengatakan setiap negarawan yang ada di Republik ini harus melihat peristiwa penetapan Komjend Pol. Budi Gunawan dengan objektif, bukan karena kepentingan sesaat.

"Saya menghimbau kepada setiap stakeholder, khususnya KPK dalam penetapan BG sebagai tersangka melihat dengan objektif bukan karena kepentingan", paparnya.

Selain itu, ia juga melihat penetapan BG ini disebabkan oleh kriminalisasi sebuah kelompok dengan memakai tangan sakti KPK. 

"Ini bentuk kriminalisasi terhadap BG, kan ini bisnis seseorang. Kenapa malah dianggap sebagai koruptor? Apakah salah seorang polisi berbisnis, apalagi ini bisnis anaknya, sekali lagi kita harus objektif," lanjut bekas aktivis DPP IMM.

share

Menarik