|
|

ANALISA

HUKUM

AGRARIA

SEJARAH

Terkini
|

Kita Komit Nggak Akan Ada Perpecahan, Kongres PAN Kali Ini Calonnya Adek dan Abang

Kamis, 22 Januari 2015

Kandidat Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengatakan bahwa kompetisi di kongres PAN sejatinya adalah persaingan keluarga. Ibaratnya antara adik dan abang.

Namun demikian, kedua calon yaitu dirinya dan Hatta Rajasa tetap bersungguh-sungguh meraih kursi nomor satu di partai berlambang matahari itu. 

Ketika dihubungi Rakyat Merdeka, Zulhas panggilan akrab Zulkifli Hasan mengaku tetap berupaya memenuhi undangan untuk turun ke daerah ditengah kepadatan jadwalnya sebagai ketua MPR-RI.

"Makanya saya harus atur-atur waktu ya kan. Nah kalau hari libur saya optimalkan," ujarnya.

Secara garis besar, persentasenya sudah hampir separuh atau 50 persen daerah sudah dikunjungi.

"Palu sudah, Makasar, Sumatera Utara, kemudian dari Surabaya, Jawa Barat dan seterusnya," rincinya.

Berikut penuturan lengkapnya;
Kalau tidak semua daerah bisa anda kunjungi, bagaimana menyisiasatinya agar dukungan dari daerah tetap bisa terkonsolidasi?
Ya, selain yang kita datangi, sebagian juga mereka yang datangi kita ke Jakarta. Biasanya kalau yang begitu terjadi di hari-hari kerja.

Bagaimana respon di daerah sejauh ini atas pencalonan anda sebagai ketua?
Respon di daerah cukup bagus. Disambut dengan kegembiraan, ya karena kongres ini kan acara lima tahunan ya disambut dengan gembira.

Maksud anda?
Persaingan di kongres adalah persaingan keluarga. Karena saya dengan pak Hatta itu kan sudah seperti abang adek kan. Ya damai-damai, aman-aman saja. Dijamin gembira, dan penuh dengan kekeluargaan.

Persiapan apa saja yang anda lakukan?
Saya tidak ada persiapan khusus, tapi undangan dari daerah mengalir terus. 

Apa alasan yang bisa anda tangkap dari para pendukung yang menjagokan anda?
Ya sebagian itu karena ada wacana yang menginginkan tradisi kepemimpinan ketua di PAN itu cuma satu kali. Kedua, karena ingin ada perubahan.

Cuma itu?
Ya selanjutnya karena mereka menginginkan saya bisa jadi sosok pemersatu. Agar bisa saling merangkul. Kemudian yang di daerah-daerah tidak ada yang pecah dan ditinggalkan.

Apa ada pembicaraan khusus dengan Hatta Rajasa, khususnya untuk menghindari perpecahan pascakongres, seperti yang telah terjadi di beberapa partai?
Kita sudah sepakat, insyaAllah tidak akan ada perpecahan. Karena kongres ini kan kompetisinya kompetisi keluarga. Intinya kita sepakat tidak akan ada perpecahan di PAN. Kita juga mengajak nanti semua peserta dari seluruh daerah untuk saling menjaga rasa kekeluargaan di Partai Amanat Nasional.

Apa program atau visi-misi yang anda tawarkan kepada daerah?
Yang pertama tentu adalah pemberdayaan DPW dan DPD. Kedua, harus ada kesetaraan antara kader-kader partai, ketiga kita akan memberikan keleluasaan kepada daerah atau yang kita sebut otonomi, untuk mengusung Bupati/ Walikota, kemudian DPD, DPR. Biarlah itu keputusan daerah. Artinya kita ingin memberikan kewenangan yang luas kepada daerah.

Kalau di tingkat pusat tradisi baru apa yang akan anda tawarkan?
Saya menawarkan Konvensi. Nanti Capres yang akan datang kita bikin tradisi baru di PAN bahwa Capres itu harus melalui konvensi. Nanti kita jaring dari berbagai kalangan, untuk menyerap aspirasi masyarakat siapa kira2 yang layak menjadi pemimpin yang akan datang. Jadi otomatis ketua tidak harus langsung jadi Capres atau Cawapres.

Sebagai incumbent, jaringan Hatta Rajasa di daerah tentu masih cukup kuat. Apa strategi anda?
Mengalir saja, calonnya kan cuma dua, jadi pilihannya juga dua. Lanjutkan atau perubahan. Kemudian terserah kepada peserta kongres, itu hak teman-teman DPW-DPD memutuskan. Mereka punya hak konstitusional suara untuk menentukan masa depan Partai Amanat Nasional.

Apa ada arahan khusus dari Pak Amien Rais untuk kedua calon?
Pak Amien memang berpendapat tradisi satu periode. Maka nanti kita mengajak untuk musyawarah mufakat, tapi bukan berarti tidak boleh berkompetisi. Pak Amien sebagai ketua MPP boleh menyampaikan saran, tetapi semua berpulang kepada teman-teman DPD/ DPW di daerah bagaimana keputusannya.

Dari sekian visi misi yang anda tawarkan, apa dua hal yang paling penting diantaranya?
Pemberdayaan dan kesetaraan yang terpenting. SAR

share

Menarik